makalah pengantar periklanan (UAS)

 MAKALAH UJIAN AKHIR SEMESTER

“Analisis Unsur Semiotika Dalam Iklan layanan masyarakat"

Mata Kuliah :

Pengantar Periklanan

 

DOSEN PENGAMPU :

Nasaruddin Siregar , Drs


Disusun Oleh :

Arafanditama Najim Hidayat (202310415137)

 

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA

BEKASI

2023




BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengemudi dengan hati-hati, iklan keselamatan berkendara sering dibuat. Berfokus pada jumlah korban jiwa dan cedera yang dapat dihindari melalui tindakan pencegahan, latar belakangnya biasanya mencakup statistik kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan. Misalnya, iklan tersebut dapat menunjukkan bahwa penggunaan ponsel saat berkendara atau mengemudi dalam keadaan mabuk meningkatkan tingkat kecelakaan.

Jadi  iklan juga berisi informasi tentang faktor risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini dapat termasuk berkendara terlalu cepat, tidak menggunakan sabuk pengaman, atau tidak mematuhi aturan lalu lintas. Betapa pentingnya mengikuti aturan berkendara yang aman dan bertanggung jawab ditunjukkan oleh statistik atau studi ilmiah.

Selain itu, iklan keselamatan berkendara sering menunjukkan bagaimana kecelakaan mempengaruhi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini termasuk dampak emosional, finansial, dan psikologis dari kehilangan orang yang dicintai karena kecelakaan lalu lintas. Pemirsa sering dipengaruhi oleh cerita atau kisah nyata dari keluarga yang terkena dampak untuk membuat mereka sadar akan pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara.

Iklan keselamatan berkendara sering membangkitkan kesadaran akan efek negatif yang dihasilkan oleh perilaku berisiko di jalan raya sebelum menunjukkan cara untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi. Fokusnya dapat berupa kisah nyata dari orang-orang yang mengalami kecelakaan atau kehilangan karena perilaku tidak aman, menunjukkan kerugian besar bagi mereka sendiri dan orang-orang terdekat mereka. Iklan tersebut bertujuan untuk membangkitkan perasaan penonton dan mendorong mereka untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya dengan menceritakan efek mengerikan dari keputusan yang salah saat berkendara.

Selain itu, hukum dan konsekuensi hukum sangat penting dalam kampanye keselamatan berkendara. Iklan sering menyuarakan konsekuensi hukum dari perilaku berisiko di jalan raya. Mereka menunjukkan sanksi yang diterapkan seperti denda, kehilangan surat izin mengemudi, atau bahkan hukuman penjara.

juga, iklan keselamatan berkendara sering menunjukkan metode pencegahan, seperti mengajarkan pengendara mengemudi dengan aman, membuat pengereman darurat, atau memastikan jarak aman antara kendaraan. Dengan memberikan informasi ini, iklan ingin menekankan bahwa pencegahan adalah cara terbaik untuk mengurangi angka kecelakaan.

jadi, iklan layanan masyarakat juga dapat menunjukkan cara mencegah kecelakaan lalu lintas. Ini dapat mencakup pesan singkat yang mengingatkan pengemudi untuk fokus pada jalan, menghindari berbicara dengan ponsel, mematuhi batas kecepatan, dan mengenakan sabuk pengaman. Iklan sering menekankan bahwa tindakan kecil ini dapat sangat memengaruhi keselamatan kita semua di jalan raya.

Iklan layanan masyarakat


Sumber :

https://images.app.goo.gl/bmywdzSPD24ivs6b7



BAB II

LANDASAN TEORI

2.1  Iklan

Iklan merupakan salah satu alat dalam bauran promosi (promotion mix) yang terdiri dari lima alat (Kotler, 2000). Selain iklan, juga terdapat sales promotion, personal selling, public relation, dan direct marketing. Namun, iklanlah yang paling banyak digunakan khususnya untuk produk konsumsi. Meskipun tidak secara langsung berakibat terhadap pembelian, iklan merupakan sarana untuk membantu pemasaran yang efektif untuk menjalin komunikasi antara perusahaan dengan konsumen dalam usahanya untuk menghadapi pesaing.[1]

Untuk mengkaji iklan dalam perspektif semiotika, kita bisa mengkajinya lewat sistem tanda dalam iklan. Iklan menggunakan sistem tanda yang terdiri atas lambang, baik yang verbal maupun yang berupa ikon. Iklan juga menggunakan tiruan indeks, terutama dalam iklan radio, televisi, dan film.

Pada dasarnya, lambang yang digunakan dalam iklan terdiri atas dua jenis, yaitu yang verbal dan yang nonverbal. Lambang verbal ada- lah bahasa yang kita kenal; lambang yang nonverbal adalah bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan, yang tidak secara khusus meniru rupa atas bentuk realitas. Ikon adalah bentuk dan warna yang serupa atau mirip dengan keadaan sebenarnya seperti gambar benda, orang, atau binatang. Ikon di sini digunakan sebagai lambang. ( halaman 116)[2]

Kemampuan iklan untuk mengubah cara orang bertindak yakni salah satu kekuatan utamanya. Iklan dapat menarik keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan menyajikan informasi yang menarik dan relevan. Selain itu, penggunaan elemen inovatif seperti visual yang menarik, narasi yang kuat, dan panggilan aksi yang tajam dapat membuat iklan lebih menarik dan menarik perhatian audiens.

Saat ini, kemajuan teknologi telah membuat iklan lebih terukur dan ditargetkan. Analisis data memungkinkan pengiklan untuk mengukur dampak iklan mereka dengan lebih baik, melacak tingkat konversi, dan melakukan penyesuaian strategis dalam waktu nyata. Ini memungkinkan perusahaan untuk menyasar audiens yang tepat dengan pesan yang sesuai, meningkatkan efisiensi pengeluaran iklan, dan mengoptimalkan hasil pemasaran.

Iklan tidak hanya dapat digunakan untuk mempromosikan barang-barang, tetapi juga dapat berfungsi sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran merek dan memperkuat citra perusahaan. Melalui konsistensi pesan yang disampaikan, iklan dapat menciptakan persepsi yang diinginkan tentang merek, membina hubungan emosional dengan pelanggan, dan membedakan merek tersebut dari pesaingnya di pasar.



[1]Ambar Lukitaningsih. IKLAN YANG EFEKTIF SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN. Kemdikbud. 2013. Hal 2

[2] PT. Remaja Rosdakarya., Drs. Alex Sobur, M.Si. SEMIOTIKA KOMUNIKASI, 2020. Hal 116



2.2 Periklanan

Dalam komunikasi periklanan, ia tidak hanya menggunakan bahasa sebagai alatnya, tetapi juga alat komunikasi lainnya seperti gambar, warna, dan bunyi. Iklan disampaikan melalui dua saluran media massa, yaitu (1) media cetak (surat kabar, majalah, brosur, dan papan iklan atau billboard dan (2) media elektronika (radio, televisi, film). Pengirim pesan adalah, misalnya, penjual produk, sedangkan penerimanya adalah khalayak ramai yang menjadi sasaran.[3]

Dengan demikian, periklanan merupakan kegiatan yang terkait pada dua bidang kehidupan manusia sehari-hari, yakni ekonomi dan komunikasi. Dalam bidang ekonomi, periklanan bertindak sebagai salah satu upaya marketing yang strategis, yaitu upaya memperkenalkan barang baru atau jasa untuk dapat meraih keuntungan sebanyak mungkin. Dalam hal ini, periklanan merupakan suatu kekuatan menarik yang ditujukan kepada sejumlah pembeli tertentu, hal mana dilaksanakan oleh produsen atau pedagang agar dapat mempengaruhi penjualan barang atau jasa dengan cara yang menguntungkan

 (Baarle, 1946: 1). Jadi, periklanan merupakan salah satu teknik untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan sehingga meng- untungkan produsen atau penjual. Sedangkan dalam bidang komunikasi, periklanan merupakan proses atau kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak-pihak sponsor (pemasang iklan), media massa, dan agen periklanan (biro iklan). Ciri utama dari kegiatan yang dimaksud adalah pembayaran yang dilakukan para pemasang iklan, melalui biro iklan atau secara langsung, kepada media massa terkait atas dimuat atau disiarkannya penawaran barang atau jasa yang dihasilkan si pemasang iklan (pengiklan) tersebut (Aaker, 1975: 3).

Jelasnya, periklanan merupakan salah satu jenis teknik komunikasi massa untuk menyiarkan informasi tentang barang atau jasa yang ditawarkan oleh si pemasang iklan (produsen atau penjual barang maupun jasa) dengan membayar ruang atau waktu yang disediakan media massa tersebut. Pendek kata, periklanan adalah salah satu metode untuk memperkenalkan barang, jasa, atau gagasan kepada publik (Schindler, 1970: 79). Sudah tentu, memperkenalkan di sini dalam arti menawarkan agar publik berminat untuk menikmatinya.[4]

2.3 Teori Semiotika

Teori Semiotika (yang digunakan) adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia. Semiotika, atau dalam istilah barthes, semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal ( things). Memaknai (tosinify) dalam hal ini tidak dapat dicampur adukan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda ( barthes, 1988:179; Kurniawan, 2001 : 53).[5]



[3] PT. Remaja Rosdakarya., Drs. Alex Sobur, M.Si. SEMIOTIKA KOMUNIKASI, 2020. Hal 116

[4] PENERBIT NUANSA., Kustadi Suhandang. Manajemen Kiat dan Strategi PERIKLANAN Edisi Revisi, 2016. Hal 14

[5] PT. Remaja Rosdakarya., Drs. Alex Sobur, M.Si. SEMIOTIKA KOMUNIKASI, 2020. Hal 15


Suatu tanda (Littlejohn, 1996:64). Konsep dasar ini mengikat bersama seperangkat teori yang amat luas berurusan dengan simbol, bahasa, wacana, dan bentuk-bentuk nonverbal, teori-teori yang menjelaskan bagaimana tanda berhubungan dengan maknanya dan bagaimana tanda disusun. Secara umum, studi tentang tanda merujuk kepada semiotika.

Dengan tanda-tanda, kita mencoba mencari keteraturan di tengah-tengah dunia yang centang-perenang ini, setidaknya agar kita sedikit punya pegangan."Apa yang dikerjakan oleh semiotika adalah mengajarkan kita bagaimana menguraikan aturan-aturan tersebut dan membawanya pada sebuah kesadaran," ujar Pinos (dalam Berger, 2000a:14).

Dengan semiotika, kita lantas berurusan dengan tanda. Semiotika, seperti kata Lechte (2001:191), adalah teori tentang tanda dan penandaan. Lebih jelasnya lagi, semiotika adalah suatu disiplin yang menyelidiki semua bentuk komunikasi yang terjadi dengan sarana signs tanda-tanda dan berdasarkan pada sign system (code) 'sistem tanda' (Segers, 2000:4). Hjelmslev (dalam Christomy, 2001-7) mendefinisikan tanda sebagai "suatu ke- terhubungan antara wahana ekspresi (expression plan) dan wahana isi (content plan)". Cobley dan Jansz (1999:4) menyebutnya sebagai "discipline is simply the analysis of signs or the study of the function ing of sign systems" (ilmu analisis tanda atau studi tentang bagaimana sistem penandaan berfungsi). Charles Sanders Peirce (dalam Littlejohn, 1996:64) mendefinisikan semiosis sebagai "a relationship among a sign, an object, and a meaning (suatu hubungan di antara tanda, objek, dan makna)." Charles Morris (dalam Segers, 2000:5) menyebut semiosis ini sebagai suatu "proses tanda, yaitu proses ketika sesuatu merupakan tanda bagi beberapa organisme". 

 Pada dasarnya, semiosis dapat dipandang sebagai suatu proses- tanda yang dapat diperikan dalam istilah semiotika sebagai suatu hubungan antara lima istilah :

S adalah untuk semiotic relation (hubungan semiotik); s untuk sign (tanda); i untuk interpreter (penafsir); e untuk effect atau (pengaruh misalnya, suatu disposisi dalam i akan bereaksi dengan cara tertentu terhadap r pada kondisi-kondisi tertentu e karena s); r untuk reference (rujukan); dan e untuk context (konteks) atau conditions (kondisi).

Begitulah, semiotika berusaha menjelaskan jalinan tanda atau ilmu tentang tanda; secara sistematik menjelaskan esensi, ciri-ciri, dan bentuk suatu tanda, serta proses signifikasi yang menyertainya.[6]

 

 

 

 



[6] PT. Remaja Rosdakarya., Drs. Alex Sobur, M.Si. SEMIOTIKA KOMUNIKASI, 2020. Hal 16 - 17




BAB III

ANALISA IKLAN

3.1 Definisi Objek iklan

 dalam konteks keselamatan berkendara  segala sesuatu yang menjadi fokus pesan iklan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku aman dalam berlalu lintas. Objek tersebut bisa berupa mobil, motor, peralatan keselamatan seperti helm, sabuk pengaman, atau perangkat teknologi canggih yang memperkuat keselamatan saat berkendara. Tujuan utama dari iklan yang mengangkat objek-objek tersebut adalah untuk menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan peralatan keselamatan, dan kesadaran terhadap resiko yang mungkin terjadi saat berkendara.

Dalam iklan keselamatan berkendara, objek digunakan untuk mengaitkan pesan yang ingin disampaikan dengan keadaan dunia nyata. Misalnya, mereka menunjukkan betapa pentingnya menggunakan sabuk pengaman dengan menunjukkan contoh kecelakaan yang dapat terjadi akibat ketidaktelitian dalam menggunakan sabuk pengaman. Dalam iklan, objek tersebut juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam. Misalnya, mobil dapat digambarkan sebagai kebebasan tetapi juga membawa beban keselamatan yang signifikan.

 Iklan dapat lebih banyak mempengaruhi orang untuk berkendara dengan lebih aman dengan menggunakan item yang terkait dengan keselamatan berkendara.

  Peran sangat penting bagi pemerintah, produsen kendaraan, dan lembaga keselamatan jalan raya untuk bekerja sama untuk menyampaikan pesan keselamatan melalui iklan. Dengan kerja sama ini, pesan keselamatan dapat disampaikan secara lebih kuat dan konsisten. Ini membuat orang lebih mungkin menerima dan mengikuti pesan keselamatan berkendara yang disampaikan dalam iklan .

Partisipasi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengingatkan keselamatan berkendara melalui iklan juga memegang peranan penting. Dengan melibatkan pemerintah lokal, pesan keselamatan bisa disampaikan secara lebih spesifik, menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, pesan keselamatan berkendara bisa menjadi lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat Bogor.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara, iklan menjadi alat yang kuat untuk mengkomunikasikan pesan-pesan krusial tersebut. Objek yang diangkat dalam iklan, mulai dari kendaraan itu sendiri hingga perangkat keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, berperan penting sebagai simbol dalam mengaitkan pesan-pesan tersebut dengan situasi dunia nyata. Contohnya, penggunaan sabuk pengaman bisa diilustrasikan dengan kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kelalaian menggunakan sabuk pengaman. Dengan memvisualisasikan risiko ini, iklan dapat lebih persuasif dalam mengedukasi pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Lebih dari sekadar menyampaikan pesan praktis, objek yang digunakan dalam iklan juga dapat menggambarkan makna yang lebih dalam. Mobil, sebagai contoh, sering diartikan sebagai simbol kebebasan, namun sekaligus membawa beban tanggung jawab keselamatan yang besar. Melalui iklan, konsep ini dapat dipertegas, mengingatkan bahwa kebebasan berkendara juga beriringan dengan tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan.

Secara keseluruhan, iklan keselamatan berkendara dengan menggunakan perangkat yang relevan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyebarkan pesan, tetapi juga berfungsi sebagai alat penting untuk mendorong orang untuk bersikap dan berkendara dengan cara yang lebih aman di jalan raya.

3.2 Menganalisa Isi Teks

A. analisis isi teks berdasarkan kiasan

Analisis isi teks berdasarkan kiasan melibatkan pemahaman makna yang tersembunyi di balik bahasa kiasan yang digunakan. Ini melibatkan identifikasi metafora, simile, atau perbandingan lainnya dalam teks untuk menafsirkan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Proses ini membantu memahami makna yang lebih dalam di luar arti harfiah kata-kata yang digunakan.

pada Iklan layanan masyarakat yang berkaitan dengan keselamatan berkendara cenderung menggunakan pendekatan yang lebih langsung karena pesannya harus jelas dan mudah dipahami. Penggunaan kiasan atau metafora yang rumit mungkin dapat mengaburkan pesan penting tentang keselamatan, sehingga lebih baik menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung untuk menyampaikan pesan yang lebih efektif kepada semua orang.

B. analisis isi teks berdasarkan arti sebenarnya

 Dalam iklan layanan masyarakat tentang keselamatan berkendara, pendekatan langsung sangat penting untuk menyampaikan pesan penting. Dengan menghindari kiasan yang membingungkan, pesan keselamatan dapat diterima oleh masyarakat dengan lebih mudah dan langsung. Metode langsung ini dapat secara efektif memberikan pesan tentang hal-hal penting seperti menggunakan sabuk pengaman, menghindari menggunakan ponsel saat berkendara, dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Iklan layanan masyarakat harus menggunakan bahasa yang lugas dan tidak ambigu untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada audiens yang beragam. Pesan dapat lebih mudah diserap oleh pengendara jika informasinya sederhana dan tidak membingungkan. Contoh nyata atau peristiwa kecelakaan yang dapat dihindari dengan mematuhi peraturan keselamatan juga dapat membuat pesan lebih kuat dan mudah diingat.

Selain itu, pengiklan dapat berkonsentrasi pada solusi konkret untuk meningkatkan keselamatan berkendara dengan menggunakan pendekatan langsung. Pesan yang menyampaikan informasi tentang cara-cara yang mudah dan efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan dapat memiliki potensi yang lebih besar untuk mengubah perilaku pengendara. Memberikan pesan yang jelas bersama dengan informasi tentang solusi yang tersedia bagi masyarakat merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara.

C. analisa citra berdasarkan kiasan

 Citra adalah sebuah gambaran tentang mental, ide yang dihasilkan oleh imaginasi atau kepribadian yang ditunjukan kepada publik oleh seseorang, organisasi dan sebagainya (Oliver dalam Yunatan, 2016).[7]

Sedangkan Citra dalam iklan adalah gambaran atau kesan yang ingin dibangun atau diproyeksikan oleh suatu iklan terhadap produk, layanan, merek, atau pesan yang ingin disampaikan kepada audiensnya. Ini melibatkan perasaan, persepsi, dan asosiasi yang ingin dikaitkan dengan sesuatu yang diiklankan agar menciptakan identitas yang diinginkan di benak konsumen.

Kiasan adalah penggunaan bahasa yang tidak literal untuk membuat perbandingan atau gambaran yang lebih kuat.

sebuah iklan keselamatan berkendara mungkin menggunakan kiasan seperti "kunci keselamatan adalah jembatan antara kita dan tujuan kita". Hal ini menggambarkan pentingnya penggunaan sabuk pengaman sebagai penghubung yang melindungi kita dari risiko dalam perjalanan menuju tujuan dengan aman. Atau, iklan tersebut bisa menggambarkan "lampu merah sebagai teman yang menjaga kita dari bahaya," menekankan pentingnya patuh pada aturan lalu lintas untuk mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan.

Dalam iklan tersebut tidak terdapat kiasan tetapi terdapat symbol sabuk pengaman dan rambu lalu lintas yang bertujuan menegaskan kepada pengendara supaya lebih memerhatikan keselamatan dalam berkendara

D.  analisis citra berdasarkan sebenarnya

Analisis citra adalah proses menganalisis informasi yang terdapat dalam gambar atau citra untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang konten visualnya. Ini melibatkan penggunaan teknik dan algoritma untuk ekstraksi fitur, pengolahan gambar, dan pengenalan pola guna mengidentifikasi objek, karakteristik, atau informasi lainnya yang terkandung dalam citra tersebut. Metode yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada tujuan analisis, seperti pengenalan wajah, deteksi objek, atau segmentasi gambar

Iklan layanan masyarakat tentang keselamatan berkendara seringkali menggambarkan kehidupan sehari-hari orang. Iklan sering menyoroti berbagai situasi berbahaya di jalan raya, seperti pengemudi yang terlalu cepat atau mengabaikan aturan lalu lintas, dan konsekuensi tragis yang mungkin terjadi akibat perilaku tersebut. Citra ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan mengemudi dengan hati-hati.

Oleh karena itu, gambar yang digunakan dalam Iklan layanan masyarakat tentang keselamatan berkendara tidak hanya menggambarkan peristiwa yang terjadi di dunia nyata, tetapi juga bertujuan untuk mendorong pemirsa untuk menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan raya.



[7] Oliver dalam yunatan. ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP CITRA PERUSAHAAN PADA MASKAPAI BATIK AIR. Sttkd. 2021. Hal 3



E. Mengelompokan teks dan citra yang ada berdasarkan ikon, indeks, dan simbol

Berdasarkan teori Caharles S Peirce

1. berdasarkan ikon

Ikon adalah tanda yang menyerupai bentuk objek aslinya. Dapat diartikan pula sebagai hubungan antara tanda dan objek yang bersifat kemiripan. Bahwa maksud dari ikon adalah memberikan pesan akan bentuk aslinyapada iklan tersebut mobil dijalan , jadi mobil di jalan merupakan ilustrasi bagaimana keselamatan berkendara terlihat dalam iklan keselamatan berkendara yang sering menekankan betapa pentingnya menjaga kendaraan di jalan dengan aman untuk mencegah kecelakaan.

 2. berdasarkan indeks

Indeks adalah tanda yang berkaitan dengan hal yang  bersifat kausal, atau sebab akibat.

Rambu lalu lintas merupakan ikon pada iklan tersebut, rambu menjadi  bagian perlengkapan jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang be Dalam rambu lalu lintas, makna warna merah, kuning, dan hijau adalah sebagai berikut:

 Pertama Merah: Berhenti. Ketika lampu merah menyala, kendaraan harus berhenti sepenuhnya.

Kuning: Persiapan untuk berhenti. Lampu kuning menandakan bahwa lampu akan segera berubah menjadi merah, sehingga pengemudi harus mempersiapkan diri untuk berhenti.

Hijau: Lanjut. Ketika lampu hijau menyala, kendaraan diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.fungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi pengguna jalan.

Rambu lalu lintas dibuat dengan beberapa tujuan utama. Pertama, rambu lalu lintas bertujuan untuk mengatur jalannya lalu lintas agar tertib dan teratur, menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam berkendara, serta menghindari kecelakaan

Kedua, rambu lalu lintas juga bertujuan untuk memberikan informasi berupa peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara.

Ketiga, rambu lalu lintas juga diciptakan untuk menciptakan kenyamanan, keselamatan, dan mencegah kemacetan lalu lintas.

 Oleh karena itu, mematuhi rambu lalu lintas sangat penting untuk keselamatan bersama dan kelancaran lalu lintas.

Rambu lalu lintas memiliki berbagai manfaat bagi pengguna jalan, antara lain:

Mengatur lalu lintas agar tertib dan teratur

Memberikan peringatan, larangan, perintah, dan petunjuk bagi pengguna jalan, baik pengemudi maupun pejalan kaki

Membantu mengurangi kemacetan dan mewujudkan lalu lintas yang lancar

Memberikan informasi tentang kondisi jalan tertentu dan memberikan arahan kepada pengguna jalan

Memberi petunjuk kepada pengguna jalan agar mengetahui bentuk jalan dan arah jalan

3.  Berdasarkan Simbol

Simbol adalah tanda yang berkaitan dengan penandanya dan juga petandanya. Bahwa sesuatu disimbolkan melalui tanda yang disepakati oleh para penandanya sebagai acuan umum[8]


·         Performa kendaraan

Kendaraan adalah alat yang dirancang untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Mereka memiliki berbagai jenis, mulai dari kendaraan darat seperti mobil, sepeda motor, dan bus, hingga kendaraan air seperti kapal dan perahu, serta kendaraan udara seperti pesawat terbang dan helikopter. Setiap jenis kendaraan memiliki perbedaan dalam cara mereka bergerak, kapasitas penumpang, kecepatan, dan penggunaan bahan bakar atau sumber daya yang berbeda pula.

Kendaraan darat merupakan jenis kendaraan yang paling umum digunakan sehari-hari. Mobil, sebagai contoh, merupakan kendaraan pribadi yang banyak dimiliki orang untuk mobilitas pribadi. Mereka menggunakan mesin bahan bakar internal untuk menggerakkan roda dan bergerak di atas jalan. Sepeda motor juga populer karena ukurannya yang kecil, memungkinkan mobilitas cepat di antara lalu lintas perkotaan.

Di sisi lain, kendaraan air seperti kapal dan perahu digunakan untuk transportasi di perairan. Mereka bisa berupa kapal penumpang yang besar, kapal kargo untuk mengangkut barang, atau perahu kecil untuk rekreasi di danau atau sungai. Kecepatan mereka bisa bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis mesin yang digunakan.

Kendaraan udara, seperti pesawat terbang dan helikopter, memungkinkan manusia untuk terbang di udara. Pesawat terbang digunakan untuk perjalanan jarak jauh, 

[8] Maria Naomilan, Marselus, Karolus B. IKONITAS NASIONALISME DALAM FILM

RUMAH MERAH PUTIH KARYA ARI SIHASALE

(SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES S. PEIRCE). ejurnal.undana. hal 2


Sementara helikopter lebih fleksibel dalam hal mendarat dan lepas landas. Meskipun penggunaan mereka lebih terbatas daripada kendaraan darat atau air, kendaraan udara menjadi kunci penting dalam transportasi jarak jauh dan pengiriman cepat.

Efisiensi: Penggunaan BBM yang tepat dapat membuat proses pembakaran di mesin jadi lebih sempurna, sehingga meningkatkan performa kendaraan

Kualitas mesin: BBM berkualitas tinggi tidak hanya menjadi kunci pengalaman berkendara optimal, tetapi juga meningkatkan performa mesin

Perawatan mesin: Perawatan kendaraan secara berkala menjadi hal krusial dalam menjaga performa mesin dan umur kendaraan

Keselamatan dan nyamanan: Mesin kendaraan yang terawat dengan baik akan lebih nyaman untuk digunakan dan akan memiliki rutinitas tinggi

Mengurangi resiko kerusakan: Perawatan berkala membantu menjaga performa kendaraan, meminimalisir resiko kerusakan, dan menjadikan usia kendaraan lebih panjang

·         Tekanan ban

Fungsi ban dalam kendaraan

Memberikan Traksi: Ban memberikan daya cengkeram yang diperlukan kendaraan untuk bergerak di berbagai kondisi permukaan jalan, seperti basah, berlumpur, atau kering. Ini membantu mencegah tergelincir atau kehilangan kendali.

Menyerap Guncangan: Ban menyerap guncangan dari jalan yang tidak rata, seperti lubang atau gundukan, sehingga menjaga kenyamanan penumpang dan mencegah kerusakan pada kendaraan.

Menopang Beban Kendaraan: Ban mendukung berat kendaraan serta muatan yang dibawanya, memungkinkan kendaraan untuk bergerak dengan aman.

Memberikan Stabilitas: Ban membantu menjaga stabilitas kendaraan saat berbelok atau saat kecepatan tinggi, memungkinkan kendaraan untuk tetap terkendali.

Memastikan Efisiensi Bahan Bakar: Ban yang baik membantu dalam efisiensi bahan bakar dengan mengurangi gesekan yang berlebihan antara ban dan jalan.

Ban yang terawat dengan baik dan sesuai dengan kondisi perjalanan akan memberikan kinerja yang optimal untuk kendaraan.

 Pentingnya tekanan ban :

Dalam mengemudi sangat penting karena berdampak pada kenyamanan, keamanan, dan performa kendaraan. Tekanan yang tidak sesuai dapat merugikan performa keseluruhan kendaraan dan bahkan mengakibatkan kecelakaan

Beberapa pentingnya tekanan ban dalam mengemudi antara lain:

Performa dan Keamanan: Tekanan ban yang tepat meningkatkan efisiensi bahan bakar, usia pakai ban, serta mencegah risiko ban kempis atau bocor.

Kenyamanan Berkendara: Tekanan ban yang tidak sesuai dapat mengurangi kenyamanan berkendara, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan membuat kendaraan tidak stabil saat bermanuver atau berbelok

Usia Pakai Ban: Ban dengan tekanan yang ideal akan lebih awet dan tahan lama, sementara tekanan yang tidak sesuai dapat membuat ban cepat aus dan rawan pecah.

Keselamatan: Tekanan ban yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, seperti pecahnya ban secara tiba-tiba saat dalam perjalanan jauh atau kecepatan tinggi

·         Sabuk pengaman

Sekitar 1800an, Cayley membuat sebuah glider atau paralayang pertama yang mampu membawa manusia. Dalam penemuan glider itu sekaligus menandakan penggunaan sabuk pengaman pertama dalam sejarah.

Saat itu, sabuk pengaman dalam glider Cayley berbentuk tali kulit untuk dipasang di kaki guna menahan seseorang dalam kendaraan saat meluncur dan mencegah kecelakaan atau terjatuh saat terbang menggunakan paralayang.

Meski Cayley menemukan teknologi sabuk pengaman, tapi nyatanya Edward J. Claghorn yang mematenkan sabuk pengaman, tepatnya pada 10 Februari 1885. Saat itu, ia mematenkan sabuk pengaman yang digunakan dalam taksi di New York, Amerika Serikat.

Namun begitu, taksi pada tahun tersebut tidak seperti mobil saat ini pada umumnya. Penggunaan sabuk pengaman inipun untuk membantu melindungi turis di dalam taksi, sehingga mereka tidak jatuh atau terluka.

Penggunaan sabuk pengaman pada taksi tahun 1885 itu lebih diutamakan untuk mencegah pengemudi dan penumpang tergelincir dari kursi, daripada untuk melindungi pengemudi dan penumpang jika terjadi kecelakaan.

Meskipun ditemukan dan dipatenkan pada tahun 1880an, baru pada 1930 teknologi digunakan untuk alasan keamanan. Pada tahun tersebut, mobil telah menjadi hal yang lumrah di jalanan.

Berikut manfaat menggunakan sabuk pengaman dalam mengendarai :

Melindungi penumpang: Sabuk pengaman berfungsi untuk melindungi penumpang dari kecelakaan, tabrakan, atau pengereman mendadak saat mobil mengalami kondisi darurat

Menjaga keselamatan pengemudi: Sabuk pengaman juga membantu menjaga keselamatan pengemudi selama berkendara, terutama untuk memjaga posisi dan fokus pengemudi

Mengurangi risiko luka parah: Sabuk pengaman dapat mengurangi risiko luka parah akibat kecelakaan, baik dalam kondisi normal maupun darurat

Melindungi bagian tubuh yang rawan terhadap benturan: Sabuk pengaman dapat melindungi bagian tubuh yang rawan terhadap benturan, seperti kepala, wajah, dan badan, saat kejadian mendadak.

Menghindarkan pengemudi dan penumpang dari rasa lelah: Posisi duduk tegak dengan pandangan lurus ke arah jalan merupakan yang terbaik saat berkendara, dan sabuk pengaman dapat membantu menjaga posisi dan mencegah rasa lelah.

Dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dimaksud dengan Lalu Lintas adalah gerak kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.  Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung.

F. Generalisasi

Keselamatan berkendara sangat penting untuk menyebarkan informasi penting tentang cara berperilaku aman di jalan raya. Iklan ini sering menunjukkan betapa pentingnya memakai sabuk pengaman, mengikuti batas kecepatan, dan tidak mengemudi saat mabuk. Mereka menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan ini; ada yang menggugah perasaan dan ada yang mengajar dengan menekankan statistik dan fakta.

 Iklan keselamatan berkendara sering menunjukkan penggunaan sabuk pengaman sebagai cara untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi cedera serius dalam kecelakaan. Untuk membuat penonton menyadari pentingnya tindakan sederhana ini, pesan-pesan ini sering disampaikan melalui cerita yang mengharukan atau dramatis.

Selain itu, Iklan keselamatan berkendara sering menekankan bahaya mengemudi saat mabuk atau menggunakan obat terlarang. Mereka menunjukkan konsekuensi serius dari tindakan ini bagi pengemudi dan orang lain di sekitarnya. Tujuan dari pesan-pesan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya mengemudi dalam situasi yang tidak layak.

Juga , Iklan sering menekankan pentingnya mematuhi batas kecepatan. Mereka dapat menampilkan gambaran menakutkan tentang akibat melampaui batas kecepatan atau statistik yang menggugah tentang tingkat kecelakaan yang terjadi karena melampaui batas kecepatan.

 Jadi secara umum, Iklan keselamatan berkendara bertujuan untuk mengubah perilaku pengemudi dan meningkatkan kesadaran akan tindakan sederhana namun penting yang diperlukan untuk keselamatan di jalan raya.

 


BAB IV

KESIMPULAN


Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Iklan ini dapat dikampanyekan oleh organisasi profit atau non-profit dengan tujuan tertentu, seperti meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial atau lingkungan.Mereka disebarkan oleh media tanpa biaya untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat

Iklan layanan masyarakat dapat berupa pesan-pesan mengenai layanan masyarakat, penyebaran informasi, atau ajakan untuk bertindak dalam kepentingan umum.

Iklan layanan masyarakat tentang keselamatan berkendara bertujuan untuk mengedukasi orang tentang pentingnya mengikuti aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan saat berkendara. Mereka berhasil menyampaikan pesan penting seperti penggunaan sabuk pengaman, tidak mengemudi saat mabuk, pentingnya mengikuti rambu lalu lintas, dan berbagi jalan dengan orang lain.

manfaat Iklan layanan masyarakat tentang keselamatan berkendara yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengedukasi tentang bahaya mengemudi sembarangan, dan mendorong perilaku berkendara yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.




DAFTAR PUSTAKA

 

BELIANASA, E. (2021). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Citra Perusahaan Pada Maskapai Batik Air (Doctoral dissertation, STTKD Sekolah Tinggi Teknologi KeDirgantaraan).

Cooper, E. dan M. Jahoda. 1947. "The Evasion of Propaganda: How Prejudiced People Respond to Anti-Prejudice Propaganda" dalam Journal of Psychology, 23, hlm.15-25

Farb, Peter. 1996. "Manusia, Budaya, dan Bahasa dalam Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat (ed.). Komunikasi Antar- budaya; Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Ber- beda Budaya. Edisi Kedua. Bandung: Remaja Rosdakarya, hlm. 116-120.

PRAKOSO, S. A., Anwar, A. K., & Yulianto, A. (2021). Perancangan Video Iklan Advertoral Wayang Orang Sriwedari (Doctoral dissertation, Universitas Sahid Surakarta).

Saifullah, S., Asrullah, A., Asrifan, A., Zain, S., Yusmah, Y., & Rasyid, R. (2021). ANALISIS IKON DAN INDEKS DALAM SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE PADA FILM DOKUMENTER “KAWALI, IDENTITAS LAKI-LAKI BUGIS”. Diksa: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia7(2), 90-102.





LAMPIRAN

    




dari halaman 15 - 17





Halaman 116 - 117



     










Komentar

  1. MasyaAllah tabarakallah terimakasih banyak ilmunya,semangat untuk makalah berikutnya dan jangan bosan share banyak ilmu dengan kami , jazakillah khairan Katsir kakak ilmunya πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

    BalasHapus
  2. pemilihan kata katanya mudah dipahami, terima kasih ilmu nya. πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
  3. mudah dipahaimi, terima kasih ilmunya

    BalasHapus
  4. ilmu yang sangat bermanfaat dan keren

    BalasHapus
  5. pemilihan bahasa mudah dipahami, materi yang diberikan juga sangat bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  6. pemilihan bahasanya sangat mudah dipahami, terima kasih

    BalasHapus
  7. wah penelitiannya bagus dan sistematika penyusunannya juga sudah bagus

    BalasHapus
  8. keren sekali penulisannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. sangat lengkap bngt dan mudah untuk di pahami

    BalasHapus
  10. Materi yang disampaikan cukup jelas !

    BalasHapus
  11. analisisnya detail dan mudah dipahami bagus

    BalasHapus
  12. Ajib, ilmunya bisa di terapkan nihh buat keselamatan di jalan. Terimakasih share ilmunya yg bermanfaat πŸ™

    BalasHapus
  13. materi mudah untuk dipahami terimakasih ilmunya

    BalasHapus

Posting Komentar